SINAR NUSA NEWS

Informasi - Aspirasi - Inspirasi

Friday, 30 June 2017

Mbah Maemun dan Gus Mus Restui Pembangunan Rumah Sakit MAJT-MAS

Ketua Yayasan Wakaf Bondo MAS yang juga Ketua MAJT Dr KH Noor Ahmad, didampingi KH Muhyiddin AS saat bersilaturahmi ke kediaman Gus Mus di Rembang. (suaramerdeka.com/ dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dua ulama sepuh Nahdlatul Ulama yang kharismatik, KH Maemun Zubair dan KH Musthofa Bisri (Gus Mus) merestui rencana pembangunan Rumah Sakit MAJT-MAS. Rumah sakit yang pada tahap awal akan dibangun dengan dana Rp 200 miliar itu, bakal didesain modern dan bertaraf internasional oleh Yayasan Wakaf Bondo Masjid Agung Semarang (MAS).
Restu dari dua ulama sepuh tersebut secara langsung diterima oleh Ketua Yayasan Wakaf Bondo MAS yang juga Ketua Dewan Pengurus Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (DPP MAJT) Dr KH Noor Ahmad MA beserta rombongan, saat mereka bersilaturahmi halal bihalal dengan para kiai sepuh di Jawa Tengah, Rabu (28/6).
Ulama sepuh yang dikunjungi antara lain KH Maemun Zubeir, Pengasuh Ponpes Al Anwar, Sarang, Kabupaten Rembang; KH Musthofa Bisri (Gus Mus), Pengasuh Ponpes Roudlotul Tholibien, Leteh, Rembang; dan KH Achmad Syakroni, seorang mufasir terkemuka yang tinggal di Kudus.
Rombongan yang menyertai Dr KH Noor Ahmad antara lain Sekretaris DPP MAJT KH Muhyiddin, Wakil Ketua DPP Istadjib AS, dan Sekretaris Baznas Jateng Drs Ahyani Msi, serta segenap pengurus MAJT lainnya.
KH Maemun Zubeir dan Gus Mus menaruh respons positif atas rencana pembangunan RS MAJT-MAS. Bahkan, terhadap rencana pembangunan rumah sakit yang saat ini sedang menyelesaikan pematangan tanah, pagar keliling dan detail engineering design (DED) itu, justru KH Maemun Zubeir yang memutuskan kapan peletakan batu pertamanya. Dia menyarankan groundbreaking rumah sakit di bulan besar Islam, Dzulhijah, tepatnya Senin Legi, 18 September 2017 mendatang.
Ketua Yayasan Wakaf Bondo MAS yang juga Ketua MAJT Dr KH Noor Ahmad, didampingi KH Muhyiddin saat mendapat wejangan dari KH Maemun Zubeir. (suaramerdeka.com/ dok)



“Kami manut dengan dawuh para kiai sepuh, termasuk kapan peletakan batu pertamanya. Alhamdulillah beliau berdua menyatakan siap hadir pada 18 September 2017. Keduanya juga meminta agar MAJT dan tanah wakaf bondo MAS pengelolaannya dioptimalkan dan dimaksimalkan untuk kepentingan umat,” jelas Dr Noor Ahmad.
Terpisah, Ketua Baznas Jateng Dr KH Achmad Darodji Msi didampingi Sekretaris Drs Ahyani Msi juga menyatakan dukungan atas rencana pembangunan RS tersebut. Bahkan, Baznas Jateng atas prakarsa Gubernur Ganjar Pranowo telah mengucurkan bantuan Rp 3,5 miliar yang dipergunakan untuk pembuatan DED, pematangan tanah dan pagar keliling.
Baznas yang pola kerjanya diatur undang-undang, akan memaksimalkan dukungan tersebut mengingat  rumah sakit ini, akan memberi kemudahan pelayanan kepada umat yang miskin. “Bila ada pasien miskin akan digratiskan dengan tetap memberi pelayanan prima. Ini yang menjadi dambaan kita,” jelas Kiai Darodji.
Misi Baznas Jateng, lanjutnya, berusaha ikut berkiprah  dan berkontribusi dalam program pengentasan kemiskinan di provinsi ini. Dari angka kemiskinan yang masih 13,9 persen agar bisa ditekan menjadi 11 persen.
(Setiawan Hendra Kelana/ CN33/ SM Network)






No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Archive