Kocar-kacir Lari ke Dalam Kampung, Puluhan Siswa SMK Diamankan Warga Semarang
SEMARANG - Sekitar 20 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Semarang diamankan warga Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jumat (28/7/2017) malam.
Warga di kawasan Jalan Raya Kawi itu merasa resah melihat tingkah pelajar ini.
Mereka diduga terlibat tawuran dengan siswa sekolah lain.
R (15) menyangkal rombongannya terlibat perkelahian massal.
Siswa sebuah SMK di Kecamatan Gayamsari itu menjelaskan, justru rombongannya diadang puluhan siswa SMK lain.
"Kami diadang pelajar SMK lain. Saya tahu identitas (sekolah) mereka dari seragam jaket biru yang dikenakan," katanya.
Lebih detail, R bercerita semula dia dan kawan-kawannya menghadiri acara ulang tahun sebuah SMK negeri di Bawen, Kabupaten Semarang.
Ada pelajar dari empat sekolah di Semarang yang datang ke acara tersebut.
Selain sekolah tempat R belajar, tiga lainnya masing-masing berlokasi di Kecamatan Candisari, Kecamatan Pedurungan, dan Kecamatan Semarang Tengah.
"Kami naik BRT (Trans Jateng). Sampai di Bawen jam dua siang," tuturnya.
Tak lama-lama di Bawen, rombongan itu pulang sekitar pukul 14.30 WIB.
Tiba di pertigaan Ngesrep atau patung Diponegoro, Rio menyebut bus yang dinaikinya itu diadang siswa lain.
"Mereka pakai jaket biru, bawa golok, dan sabuk gir. Semua naik motor. Kami tidak tahu apa-apa," bebernya.
Bus terus melaju tak mengindahkan adangan tersebut.
Rombongan R dkk kemudian turun di shelter Kagok.
Selanjutnya mereka duduk-duduk di tepi jalan sambil meneguk es teh.
Tak berselang lama, rombongan siswa berjaket biru itu datang mengendarai motor.
Rombongan R langsung lari kocar-kacir ke dalam kampung dari tempat mereka beristirahat.
"Kami bermaksud pulang ke rumah. Ternyata ditangkap warga di Tegalsari ini," sesal R.
Sekitar pukul 18.30 WIB, para pelajar ini diamankan warga Tegalsari.
Sekitar 30 menit kemudian, mereka dibawa ke Mapolsek Candisari dibantu personel Bankom Polrestabes Semarang dan relawan MIK Semar Sigap.
Para siswa itu wajib berjalan sejauh 1 kilometer ke Mapolsek.
Tiba di kantor polisi, R dkk didata lalu dibina aparat.
Asal sekolah, alamat rumah, dan nama orangtua dicatat kepolisian.
Para pelajar ini tak luput menjalani hukuman berupa olahraga malam.
"Sepulang sekolah itu langsung balik ke rumah, tidak keluyuran," tandas seorang petugas.

No comments:
Post a Comment