Helikopter Basarnas Jateng jatuh tabrak lereng Gunung Butak Temanggung
Jawa Tengah - Sebuah helikopter Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Jawa Tengah yang hendak memantau dan memberikan bantuan proses evakuasi terhadap korban ledakan freatik di Kawah Sileri Pegunungan Dieng Desa Kepakisan Kecamatan Batue Kabupaten Banjarnegara jatuh di antara Gunung Sumbing dan Sindoro.
Helikopter tersebut jatuh usai menabrak areal perbukitan Gunung Butak (2.138 mdpl) di Desa Canggal Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung, atau sekitar 30 kilo meter (km) dari pusat kota, Minggu (2/7) sekitar pukul 16.00 WIB.
Dari informasi yang diperoleh, heli nahas tersebut berangkat dari Semarang namun jatuh lantaran kondisi cuaca buruk (mendung) yang terjadi di sekitar lokasi kejadian.
Terdapat sedikitnya sembilan orang penumpang dalam heli tersebut. Yakni empat anggota Basarnas Jateng masing-masing Muhammad Afandi, Nyoto Purwanto, Budi Resti, dan Catur.
Terdapat sedikitnya sembilan orang penumpang dalam heli tersebut. Yakni empat anggota Basarnas Jateng masing-masing Muhammad Afandi, Nyoto Purwanto, Budi Resti, dan Catur.
Sedangkan lima orang kru dari TNI masing-masing adalah Kapten Laut Haryanto, Kapten Laut Solichin, Serka MPU Hari Marsono, Peltu LPU Budi Santoso, dan KLD Yoga Febriyanto.
Akibat kejadian itu, heli tersebut hancur dan dikabarkan dua orang awak di dalamnya meninggal dunia. Namun sampai saat ini belum diketahui secara pasti data korban yang bersangkutan.
Paur Humas Polres Temanggung Bripka Rozikan menuturkan, hingga malam ini seluruh relawan dan personel baik TNI, Polri, BPBD sedang menuju tempat jatuhnya helikopter yang memiliki medan cukup sulit.
“Seluruh personel tengah meluncur untuk memberikan bantuan evakuasi korban. Kalau bangkai helinya menunggu kabar lanjutan,” katanya.
Salah seorang warga di sekitar lokasi, Prastyanto (37) mengaku tidak tahu persis awal mula peristiwa naas itu terjadi. Ia hanya mendengar kabar bahwa sebuah helikopter jatuh di sekitar perbukitan.
“Saya tidak tahu persis seperti apa kejadiannya. Katanya sempat melambai-lambaikan tangan juga. Tahu-tahu sudah pada berkumpul untuk melihat tetapi tidak boleh mendekat. Kata salah seorang petugas hal ini dapat menghambat proses evakuasi terhadap korban,” ujarnya.
(AS)Laporan: Rizal Ifan Chanaris

No comments:
Post a Comment